Background

Senin, 11 Juni 2012

TITRASI REDUKSI OKSIDASI

          Titrasi Reduksi oksidasi (redoks) adalah suatu penetapan kadar reduktor atau oksidator berdasarkan atas reaksi oksidasi dan reduksi dimana redoktur akan teroksidasi dan oksidator akan tereduksi.
Secara umum oksidasi diartikan sebagai reaksi pengikatan oksigen dan reduksi sebagai pelepasan oksigen. Berdasarkan konsep elektron dari suatu zat, istilah redok digunakan untuk reaksi-reaksi dimana terjadi pelepasan dan pengikatan elektron. Pelepasan elektron disebut oksidasi sedangkan pengikatan elektron disebut reduksi.

Oksidasi          :  Fe2+     Fe3+ +   e
Reduksi           :  Ce4+ +  E      Ce3+
Redoks            :  Fe2+ Ce4+   Fe3+ +   Ce3+

Pada reaksi redoks jumlah elektron yang dilepaskan oleh reduktor selalu sama dengan jumlah elektron yang diikat oleh oksidator. Hal ini analog dengan reaksi asam basa, dimana proton yang dilepaskan oleh asam dan proton yang diikat oleh basa juga selalu sama. Oleh karena elektron tidak tampak pada keeluruhan reaksi maka penlisan reaksi lebih mudah bila dipisahkan menjadi dua bagian yaitu bagian oksidasi dan bagian rduksi, masing-masing dikenal sebagai setengah reaksi (lihat contoh reaksi di atas).
Oleh karena reaksi berlangsung dalam larutan air maka untuk menyempurnakan koeffien reaksi air (H+ atau OH-) bila perlu dapat diikutsertakan dalam reaksi. Misalnya dalam oksidasi senyawa besi (II) dengan kalium permanganat, reaksi dapat ditulis sebagai berikut  :

Oksidasi          :  Fe2+     Fe3+ +   e …………………………… 5x
Reduksi           :  MnO4- +  8 H+ +  5 e-    Mn2+ +  H2O
Redoks            :  5 Fe2+ MnO4   8 H   +   5 Fe3+ +  Mn2+ +  4  H2O

Agar dapat digunakan sebagai dasar titrasi, maka reaksi redoks harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut :

  1. Reaksi harus cepat dan sempurna.
  2. Reaksi berlangsung secara stiokiometrik, yaitu terdapat kesetaraan yang pasti antara oksidator dan reduktor.
  3. Titik akhir harus dapat dideteksi, misalnya dengan bantuan indikator redoks atau secara potentiometrik.

Oleh karena itu banyak unsur-unsur mempunyai lebih dari satu tingkat oksidasi, maka dikenal beberapa macam titrasi redoks yaitu :
  1. Titrasi permanganometri.
  2. Titrasi Iodo-Iodimetri
  3. Titrasi Bromometri dan Bromatometri
  4. Titrasi serimetri

Bobot ekivalen
Bobot ekivalen suatu zat pada titrasi redoks adalah bayakna mol zat itu yang ekivalen dengan ½ mol 0,1 mol Cl/Br/I atau 1 mol elektron. Contoh :

  1. As2O3 +  2 O        As2O5
BE As2O3 =  ¼  mol
  1. Ca(Ocl)2 +  4 HCl     CaCl2 +  2 H2O +  2 Cl2
BE Ca(Ocl)2 =  ¼ mol
  1. H2O2 +  2  HI    2  H2O +  I2
BE H2O2 =  ½ mol
  1. 2  KmnO4 +  3H2SO4   K2SO4 + 2MnSO4 +  3H2O +  5 O
BE KMnO4 =  1/5  mol

Atau :

MnO4- +  e-    Mn2+
MnO4- + 8H+ +  5 e-    Mn2+ +  H2O
BE KMnO4 = 1/5 mol

Untuk melengkapkan koefisien pada reaksi oksidasi atau reduksi dapat dilakukan prosedur sebagai berikut :

  1. Tulis reaktan dan produk.
  2. Samakan jenis unsur.
  • Untuk O dipakai H2O
  • Untuk H dipakai H+ (pada media asam) atau OH (pada media basa).
  1. Samakan jumlah unsur.
  2. Samakan muatan dengan penambahan elektron pada bagian reaktan atau produk.

Contoh : reaksi reduksi dari KmnO4
  1. MnO4-   Mn2+
  2. MnO4- +     H+   Mn2+ +  2  H2O
  3. MnO4- +  8 H+   Mn2+ +  4  H2O
  4. MnO4- +  8 H+ +  5 e-   Mn2+ +  4  H2O

Bilangan oksidasi
Untuk menentukan bobot ekivalen pada titrasi redoks dapat juga dilakukan tanpa melengkapkan koefisien reaksi, yaitu dengan menggunakan bilangan oksidasi(tingkat oksidasi). Perubahan bilangan oksidasi menunjukkan jumlah elektron yang diikat atau dilepaskan pada reaksi redoks.

Untuk menetapka bilangan oksidasi digunakan ketentuan berikut :
  1. Bilangan oksidasi dari ion sederhana (monnoatomik) sama dengan muatannya.
  2. Jumlah bilangan oksidasi dari molekul adalah nol.
  3. Jumlah bilangan oksidasi dari atom-atom yang menyusun ion sama dengan muatan dari ion tersebut.
  4. Bilangan oksidasi dari H = +1 (kecuali pada gas Hidrogen dan hidrida, masing-masing adalah -1, 0 dan +2).
  5. Bilangan oksidasi dari H = +1 (kecuali pada gas Hidrogen dan hidrida, masing-masing adalah 0 dan -1).
  6. Bilangan oksidasi dari logam, yaitu sama dengan valensinya dan diberi tanda positif.

Contoh :
  1. MnO4- +  5  e-   Mn2+
Pada MnO4- bilangan oksidasi dari O  =  4 x -2 = -8 (muatan -1)
Jadi bilangan oksidasi dari Mn  =  +7
Jadi dari Mn7+ menjadi Mn2+ diperlukan 5 e.
BE MnO4-
  1. MnO4-   MnO2
Pada MnO2 bilangan oksidasi  O  =  -4, sehingga bilangan oksidasi dari Mn  = +4. jadi dari Mn7+ menjadi Mn+4 diperlukan 3 e.
BE MnO4- =  1/3  mol

                                                                              kurva titrasi reduksi-oksidasi


1 komentar:

  1. new and improved AtGames gaming consoles and
    new and improved AtGames gaming consoles and games consoles and software. aluminum vs titanium AtGames Genesis Mini Console: AtGames. SEGA Genesis Mini Console: AtGames. titanium edc Rating: 5 powerbook g4 titanium · titanium hair clipper ‎Review by Simon titanium pipe Miller

    BalasHapus